tradisi memperingati malam nisfu sya'ban

HIDANGAN EMPUK MALAM NISFU SYA’BAN

Sekarang kita berada di bulan Sya’ban dan tidak lama lagi kita akan bertemu dengan bulan Ramadhan. Nisfu Sya’ban adalah sebuah peringatan yang dilakukan di pertengahan bulan Sya’ban, yakni tanggal 15 Sya’ban bulan ke delapan dalam kalender Hijriyah yang secara umum berarti Pertengahan Bulan Sya’ban. Dalam dinamika kehidupan masyarakat, keberadaan malam nisfu Sya’ban menjadi fenomena umat muslim yang perlu menjadi renungan bersama, baik untuk menambah kadar keimanan maupun dalam rangka mewujudkan kehidupan yang harmonis.
Pola peribadatan yang terbangun menjadi sebuah tradisi yang berlaku secara turun-temurun hingga setiap tahunnya malam nisfu Sya’ban menjadi momen yang ditunggu-tunggu masyarakat muslim umumnya dan masyarakat Desa Subi Besar Khususnya.
Perlu menjadi pamahan dan renungan kita bersama bahwasanya Islam tidak anti-budaya dan tidak anti-tradisi. Dalam menyikapi budaya dan tradisi yang berkembang di luar Islam, Islam akan menyikapinya dengan bijaksana. Ketika sebuah tradisi dan budaya tidak bertentangan dengan agama, maka Islam akan mengakui dan melestarikannya.
Pada masyarakat Desa Subi Besar di Kecamatan Subi umumnya, warga setempat memperingati malam nisfu Sya’ban di Masjid dan Surau terdekat. Setiap masing-masing rumah membawa hidangan makanan dan lauk pauk serta lengkap dengan buah-buahannya yang telah dipersiapkan beberapa hari sebelum acara tersebut.
Tradisi yang telah turun temurun ini juga bisa dijumpai pada saat memperingati maulid nabi Muhammad Saw, bedanya pada peringatan maulid nabi Muhammad SAW, acaranya hanya di Masjid saja dan dilaksanakan pada siang hari dengan diawali dzikir secara berjamaah sedari pagi menjelang sore hari. Ketika lantunan zikir hampir selesai, barulah masyarakat berbondong-bondong menuju masjid dengan membawa dulang hidangan makanan yang diiringi lantunan sholawat nabi Mhuhammad SAW dan gendang kompang oleh ibu-ibu PKK dari tiap wilayah setempat.
Usai sholat maghrib berjamaah dan sunnah dua rakaat bakda maghrib kami langsung melaksanakan sholat sunnah nisfu sya’ban secara sendiri sendiri. Kemudian dilanjutkan dengan membaca surah yasin berjamaah sebanyak tiga kali berulang yang dipimping langsung oleh imam besar surau Al-Mushowwiru yaitu bapak Haji Bawaihi dan diakhiri dengan tahlil serta doa nisfu sya’ban.
Semoga apa pun tradisi dan kebiasaan kita didalam mememperingati Hari Besar Islam yang tujuannya untuk kebaikan sesama umat bisa menjadi amal ibadah dan diridhoi Allah SWT. Amiin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

PEMERINTAH DESA SUBI BESAR SALURKAN BLT-DD TAHAP III

Bertempat di Gedung Sergab Kantor Desa Subi Besar, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) ...